Kehadiran internet membuat pola kehidupan masyarakat dan konsumen berubah total. Keberadaan internet, membuat masyarakat dapat mencari apapun hanya lewat layar handphone, termasuk dalam urusan mencari properti, seperti rumah atau apartemen.
"Berbeda dengan zaman dulu, ketika orang hendak mencari rumah atau apartemen, mereka harus melihat iklan di media konvensional atau bertanya-tanya kepada orang terdekat. Namun, sekarang ini kondisinya sudah berubah. Orang bisa melakukan survei awal terhadap sebuah bangunan hanya dengan menggunakan jarinya," ujar CEO Property Indonesia, David Sunarta, Tri Wahyono, Aim Himawan dan AR, dalam sebuah diskusi "Internet Marketing Digital Properti " di Indonesia Properti Expo.
Property Indonesia mengatakan, pola ini yang sedang berkembang di dunia properti saat ini. Kalangan sales properti, lanjut dia, tidak perlu lagi membawa brosur dan menawarkan dari pintu ke pintu.
"Sekarang, mereka bisa menjual lewat digital marketing. Sales tak perlu banyak membuang waktu calon pembelinya. Malah, sekarang pembeli bisa datang sendiri, karena sebagian besar calon pembeli rumah atau apartemen mencari referensi lewat dunia maya," tambahnya.
Menurut 4 CEO Property Indonesia, pihaknya memprediksi calon pembeli properti akan memanfaatkan dunia maya sebagai sumber referensi saat mencari properti. "Tak hanya mencari, menjual bahkan membeli properti bisa dilakukan hanya dengan menggunakan jari di layar ponsel," tandasnya.
Berdasarkan pemikiran tersebut, Tim Property Indonesia mencoba menjadi portal referensi properti terdepan bagi kalangan penjual maupun pembeli properti.
"Kami tengah menyiapkan kehadiran sebuah aplikasi yang akan membantu sales, bahkan orang awam untuk mengontrol transaksi. Kami menawarkan penjualan properti dengan apps yang inovatif, sehingga nanti sales dan klien bisa menggunakan aplikasi terbaru dalam jual beli properti. Ini akan membuat proses transaksi lebih mudah dan menyenangkan," katanya.
Property Indonesia menambahkan, tak hanya menawarkan aplikasi yang canggih, pihaknya juga menjamin seluruh produk properti yang ditawarkan Property Indonesia adalah jenis properti pilihan yang telah disesuaikan dengan keinginan pasar. "Sebelum menawarkan properti tersebut, kami melakukan riset sehingga sejak beberapa tahun ini kami mendapat kepercayaan konsumen yang akan membeli ataupun pengembang apartemen yang hendak memasarkan produknya," tegasnya.
"Kalau beberapa tahun lalu, jumlah pencari properti lewat internet hanya di kisaran 20 persen hingga 30 persen. Sekarang, jumlahnya melonjak jadi 95 persen. Masyarakat dan konsumen cenderung menggunakan mesin pencarian untuk segala kebutuhannya," kata dia.
Hanny menambahkan, berdasarkan pencarian lewat digital, baru kemudian konsumen yang berniat untuk membeli mencari informasi lebih jauh dengan melakukan survei lokasi.
"Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia lewat internet. Sekarang, orang bikin website untuk jualan produk, seperti yang dilakukan Property Indonesia," tandasnya.
0 Komentar